AVIGNAM JAGAD SAMAGRAM "SEMOGA SELAMATLAH ALAM SEMESTA BESERTA ISINYA"


Seluruh Korban KM. Aleluya Tiba di Manado Dalam Keadaan Selamat 


MANADO - Seluruh ABK KM Aleluya yang dilaporkan menghilang pada 27 Juli lalu akhirnya tiba dengan selamat di Manado. Korban pertama sebelumnya sudah tiba di Manado pada 22 Agustus lalu. Sementara 8 korban lainnya tiba di Manado hari ini, Minggu (09/09).

Ke 8 ABK bernama Elieser Manoka, Rizky Rahim, Jufri Lalele, Musbal Mabiang, Jon Manuahe, Lesianus Baghiu, Alfri Frans dan Rival Frans tiba di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado pukul 11.45 WITA. Seluruh ABK dijemput istri, anak, pemilik kapal, dan tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manado.

KM Aleluya diketahui hilang kontak pada 27 Juli. Informasi ini diterima Kantor SAR Manado keesokan harinya (28/7). Berdasarkan laporan yang diterima diketahui KM. Aleluya mati mesin di Perairan Sulawesi Utara. Setelah melakukan pencarian berhari-hari, operasi sempat dihentikan dan ditutup. Namun Kantor SAR Manado tetap melakukan pemantauan apabila ada tanda-tanda dari KM Aleluya operasi di buka kembali.

Rabu (14/08) pukul 09.00 1 orang ABK Rahmat Bakus, ditemukan oleh kapal N03 Kinseimaru dan kemudian di evakuasi ke pelabuhan Naha Okinawa, Jepang. Kamis (15/08) pukul 09.00 diterima info dari RCC Guam bahwa kedelapan ABK KM.Aleluya lainnya telah ditemukan selamat oleh kapal nelayan lokal. Mereka kemudian diserahkan ke US Coast Guard yang sedang melakukan patrol dan selanjutnya dievakuasi ke negara Republik Palau. Sementara itu Kapal Aleluya ditarik oleh US Patrol Coast Guard dan dipantau oleh RCC Guam menuju pelabuhan Palau.

“Saya dan keluarga saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kepala Kantor Basarnas Manado kemenlu Dan seluruh tim yang sudah berupaya mencari dan menolong kami sampai pemulangan kami dari Palau. Hingga akhirnya saya bisa bertemu anak dan istri lagi dengan keadaan selamat bersama sama teman teman ABK” ucap Rizki Rahim salah satu ABK yang selamat.

Kepala Kantor SAR Manado Gede Darmada menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pemulangan 9 ABK.

"Kami juga turut mengapresiasi seluruh yang terlibat khusus nya KBRI di Palau dan di Jepang yang membantu pemulangan ke 9 korban KM Aleluya dan pihak terkait lain yang membantu dari proses pencarian hingga pemulangan para korban KM. Aleluya dapat membuahkan hasil yang baik, yang mana itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai Basarnas. Dan semoga dari kejadian ini kita dapat mengambil pelajaran dan pengalaman yang paling berharga ini untuk kedepan agar bisa lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan jiwa.” tutur Gede Darmada.

Sebelum penyerahan ABK ke keluarga di akhiri dengan penadatanganan berkas penyerahan dari Kemenlu ke Basarnas dan keluarga korban.



Kategori Berita Kansar , Kecelakaan Pelayaran , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : Recylia
8 September 16:05 WIB